Rabu, 22 Juli 2015

BAB 6 - Manusia dan Penderitaan



A.    PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita , kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.

Baik dalam Al-quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang di alami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut,sehingga manusia mengalami penderitaan.

B.     SIKSAAN
Siksaan dapat di artikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat sisksaan yang di alami seseorang, timbulah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang di alami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, menfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya.

     Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.

 Kebimbangan di alami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan di ambil.

Kesepian di alami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.

 Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
1.Claustrophobia dan Agoraphobia: Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, Agoraphobia adalah ketakutan yang di sebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
2.Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi, Hal ini di sebabkan karena ia takut akibat berada pada tempat yang tinggi.
3.Kegelapan merupakan suatu ketakutan sesseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
4.Kesakitan merupakan ketakutan yang di sebabkan oleh rasa sakit yang di alami.
5.Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang di sebabkan karena merasa bahwa apa yang akan di jalankan mengalami kegagalan.

Ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai  teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobia di mulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu.
     Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus di temukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang.

C.    KEKALUTAN MENTAL
   Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat di rumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

            Gejala-gelaja permulaan bagi seseorang yang menglami kekalutan mental adalah :
1.Nampak pada jiwa yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung
2.Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1.Gangguan kejiwaan Nampak dalam gejala-gejal kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari.
3. Kekalutan yang merupakan titik patah  (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya  kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1.Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
2.Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat.
3.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses-proses kekalutan mental yang di alami oleh seseorang mendorong ke arah :
a. Positif : trauma (luka jiwa) yang di lami di jawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b. Negatife : trauma yang di lami di perlarutkan atau di perturutkan,sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi. Bentuk frustasi antara lain :

1.   Agresif  berupa yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan dapan membahayakan orang lain.
2.   Regresif adalah kembali pada pola reaksi yang primitive atau ke kanak-kanakan (infatil).
3.   Fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap).
4.   Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative pada orang lain.
5.    Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6.    Narsisme adalah self love yang berlebihan,sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.
7.    Autism adalah gejala menutup diri secara total dari dunia rill.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.    Kota-kota besar yang banyak memberi tantangan-tantangna hidup yang berat.
2.   Anak-anak muda usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang di kehendaki atau di idam-idamkan.
3.     Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang di bawanya kedalam hati atau perasaannya.
4.      Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa di atas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5.    Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya.

D.    PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan buak hanya untuk bahagia melainkan juga menderita, karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis.

E.     PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Dalam modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar hal ini telah di buktikan oleh kamajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainya membuat manusia menderita.
Beberapaa sebab lainnya yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-paeristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian  masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.

F.     PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulah penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut :
A.    Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar.Penderitaan ini kadang di sebut nasi buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik.
Karena perbuatan buruk anatara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita,misalnya :
1.Pembantu rumah tangga yang di perkosa,di sekap,disiksa oleh majikannya.
2.Perbuatan buruk orang tua Aric Hangara yang menganiyaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian

B.     Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan / azab Tuhan

         Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini :
1.Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan dengan tabah di asuh oelh orang tuanya.
2.Nabi ayub mengalami siksaan Tuhan, Tetapi dengan sabar ia meerima cobaan ini.
3.Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah seperti disebutkan dalam AL’QURAN adalah azab yang di jatuhkan kepada orang yang angkuh dan sombong.

G.    PENGARUH PENDERITAAN
   Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya, sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative.
   Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.





BAB 5 - Manusia dan Keindahan



A. KEINDAHAN

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, cantik dan sebagainya.


a. Apakah keindahan itu?

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum”.

Perbedaan keindahan menurut luasnya pengertian:
1. Keindahan dalam arti yang luas
· Keindahan seni
· Keindahan alam
· Keindahan moral
· Keindahan intelektual

2. Keindahan dalam arti estetis murni
Menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.

3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
 


b. Nilai Estetik

Adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan.


c. Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.Bila kedua dasar ini digabungkan maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. 


d. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?

Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan.
Alasan/Motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan:
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan manusia
4. Keagungan Tuhan


e. Keindahan menurut pandangan romantik

John Keats (1795-1821) dalam Endymion mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah berlalu ke ketiadaan. Dari sini kita mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebua konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Karena itu dia tidak berbicara langsung mengenai keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah. 


B. RENUNGAN

Berasal dari kata renung, artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dihayati. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, teori-teori itu ialah:

a. Teori Pengungkapan
Teori ini bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

b. Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.

c. Teori Psikologik
Teori ini menjelasakan bahwa hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis.


C. KESERASIAN

Berasal dari kata serasi dan rasi, artinya cocok, kena benar,dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Beberapa teori dalam keserasian:

a. Teori Obyektif dan Teori Subyektif

1.Teori Obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

2.Teori Subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.

b. Teori Perimbangan
Teori Perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani kuno dipahami secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian).




BAB 4 - Manusia dan Cinta Kasih



A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu, cinta kasih dapat siartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
1.      Cinta diri sendiri
2.      Cinta kepada sesama manusia
3.      Cinta seksual
4.      Cinta kepada Allah
5.      Cinta kepada Rasul

C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih saying menurut kamus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
1.        Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Orang tua terlalu memanjakan anaknya berlebihan dan menyebabkan anaknya jadi seseorang yang tidak mampu mandiri, sehingga anak menjadi penakut, tidak berani dalam hal apapun dan membuat anak menjadi minder.

2.        Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Anak terlalu berlebihan dalam memberikan kasih sayang kepada orang tuanya , dan diberikan hanya sepihak dan orangtuanya tidak menanggapi perhatian anaknya.


3.        Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Masing-masing membawa hidupnya sendiri-sendiri , tidak ada kasih sayang ,menjadi keluarga yang dingin dan tidak harmonis

4.        Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya.Sehingga kelarga menjadi harmonis ,tentram dan nyaman karena adanya saling mencintai,menghargai,saling membutuhkan.


D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah  hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Bila seseorang dengan mudahnya mengobral cinta maka merusak nilai cinta dan merusak harga dirinya. Cinta yang berlanjut menimbulkan  pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan merupakan perwujudan dari cinta.

E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Kecintaan manusia terhadapt Tuhannya itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan atau sholat. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya dikarenakan manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya, hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala  kekurangan yang ada padanya,rezekinya dan lain-lain.


F.  BELAS KASIHAN
Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang dialami orang lain. Jadi pengertian rahmah  adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan  jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan  menjerumuskan, maka hal itu disebut memanjakan. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak.

G.   CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lautan. Pada hakekatnya, cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.